Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 02, 2016

Termokimia

Entalpi adalah pertukaran energi panas yang terjadi selama reaksi kimia. Entalpi memiliki simbol H dan diukur dalam kJ / mol, atau kilojoule per mol. Energi ditukar dengan lingkungan sekitarnya pada tekanan konstan disebut perubahan entalpi dari suatu reaksi.

Image result for tabel kalor pembentukan standar entalpi

Jumat, Agustus 26, 2016

Tabel Pembakaran Entalpi

Energi dalam juga akan berubah jika sistem melakukan atau menerima kerja. Walaupun sistem tidak menyerap atau membebaskan kalor, energi dalam sistem akan berkurang jika sistem melakukan kerja, sebaliknya akan bertambah jika sistem menerima kerja.

Sebuah pompa bila dipanaskan akan menyebabkan suhu gas dalam pompa naik dan volumenya bertambah. Berarti energi dalam gas bertambah dan sistem melakukan kerja. Dengan kata lain, kalor (q) yang diberikan kepada sistem sebagian disimpan sebagai energi dalam (ΔU) dan sebagian lagi diubah menjadi kerja(w).

Secara matematis hubungan antara energi dalam, kalor dan kerja dalam hukum I termodinamika dapat dinyatakan sebagai berikut:

ΔU = q + W (6)

Persamaan (6) menyatakan bahwa perubahan energi dalam (ΔU) sama dengan jumlah kalor yang diserap (q) ditambah dengan jumlah kerja yang diterima sistem(w). Rumusan hukum I termodinamika dapat dinyatakan dengan ungkapan atau kata-kata sebagai berikut.

” Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau energi alam semesta adalah konstan.” Karena itu hukum ini disebut juga hukum kekekalan energi .

Berdasarkan hukum I termodina

Jumat, Agustus 19, 2016

Rumus Penentuan Entalpi








1.Penentuan ∆H dengan data entalpi pembentukn standar (∆H°f)
∆Hreaksi = ∆H°f produk - ∆H°f pereaksi

2. Penentuan ∆H dengan data energi ikatan(EI)
 ∆Hreaksi = Σ EI produk - Σ EI pereaksi

Jumat, Agustus 12, 2016

Hukum Hess

Penentuan ∆H dengan Hukum Hess

    Hukum Hess menyatakan jika suatu proses dapat berlangsung melalui beberapa tahapan maka perubahan entalpi secara kesluruhan adalah sama tidak peduli tahapan mana yang dilalui



Jumat, Juli 29, 2016

KIMIA



Perubahan Entalpi ( ∆ H )



 

Terbagi atas

1. ∆H Pembentukan standar ( ∆H°F )
     Perubahan Entalpi pada pembentukan mol zat dari unsur - unsurnya.


Contoh :
Na(s) + ½ Cl(aq)    NaCl(aq)       ∆H = - 413 kg

2. ∆H Penguraian Standar ( ∆H°d )
    Perubahan entalpi penguraian 1 mol zat menjadi unsur - unsurnya
Contoh :

 NaCl(aq)  →  Na(s)   +  ½ Cl(aq)       ∆H = -413 kg

3.  ∆H Pembakaran standar ( ∆H°C )
     Perubahan enalpi per mol ketika suatu zat tebakar sempurna dengan oksigen
Contoh :
H4(aq)  +  O2(g)    →  CO2(g)            ∆H = -891 kg

4. Perubahan entalpi penetaraan standar  ( ∆H°n )
    Perubahan entalpi penetaraan standar adalah perubahan enalpi per mol ketika suatu asam dan basa bereaksi membentuk air pada kondisi standar.
contoh :

H+(aq) + OH-(aq) →    H2O(l)     ∆H = -57,3 kj

Sistem dan Lingkungan
Sistem adalah pusat yang menjadi perhatian dan tebagi atas tiga bagian yaitu :

-          Terbuka
Adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadinya petukaran kalor dan materi antara sistem dan lingkungan
Contoh : Es batu dalam gelas

 
-          Tertutup
Adalah suatu sistem yang memungkinkan tejadinya pertukaran kalor tetapi tidak terjadi pertukaran materi
Contoh : Air panas dalam gelas
-          Terisolasi

Adalah suatu sistem yang tidak memungkinkan terjadinya pertukaran materi dan kalor antara sistem dengan lingkungan
Contoh : Air panas dalam termos

Menentukan ∆H denga hukum Hess
                Hukum Hess menyatakan jika suatu proses dapat berlangsung melalui beberapa tahapan maka perubahan entalpi secara keseluruhan adalah sama, tidak peduli tahapan mana yang dilalui